///
Sampeyan Sedang MBaca ...
kisah Para Pencari Tuhan, Ngupaya Serat Pangruwat Papa

Sangune Pati

Malam itu ketika aku pungut selembar kertas pembungkus kacang goreng yang berisikan  sebuah dongeng,  begini ceritanya :

Hatim Al-Asham adalah salah seorang sahabat Al-Syaqiq Al-Balkhi Rahimahuallah. Suatu hari Al-Syaqiq bertanya kepada Hatim : “Engkau telah 30 tahun menemaniku. Apa yang telah engkau dapatkan selama itu?” Hatim menjawab : “Aku mendapatkan delapan faedah ilmu. Dengan mengetahui delapan faedah itu, aku rasa ilmuku memadai. Aku berharap kedelapan faedah itu membawa keselamatanku. Al_syaqiq bertanya :”Apa delapan faedah itu?” Hatim menjawab :

Pertama :

Sesungguhnya aku melihat makhluk. Aku lihat setiap orang memiliki sesuatu yang dicintai. Sebagian yang dicintai itu ternyata menyebabkan pemiliknya sakit dan membawanya kepada kematian, serta yang lainnya langsung menghantarkannya ke kuburan. Semua yang dicintai itu membiarkannya masuk ke dalam kubur sendirian. Tak ada seorangpun dari mereka yang ditemani olehnya. Aku berfikir dan berkata : Sesuatu yang dicintai seseorang yang terbaik adalah yang ikut masuk kedalam kubur bersamanya dan memberikan ketenangan kepadanya disana. Aku tidak menemukan yang terbaik itu selain amal soleh. Karenanya yang aku cintai adalah amal saleh. Supaya ia menjadi penerang kuburku, menemaniku disana, dan tidak meninggalkanku sendirian.-

Kedua :

Aku lihat setiap makhluk berlomba-lomba mengikuti keinginan hawa nafsu. Karena aku yakin bahwa Al Quran itu benar maka aku cepat-cepat menentang nafsuku dan menyingsingkan lengan untuk memeranginya, sehingga aku rida dengan menaati dan menuruti Allah.

Ketiga :

Sesungguhnya aku melihat setiap orang berusaha mengumpulkan harta duniawi kemudian menahannya erat-erat supaya tidak lepas lagi. Aku renungkan firman Allah : apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Maka akan aku serahkan dunia yang telah aku peroleh kepada Allah ta’ala. Sebagai tabunganku di sisi allah.

Keempat :

Aku melihat sebagian orang menduga kemuliaan dan keagungannya terletak pada banyaknya pengikut dan kenalan. Dia terpedaya dengan mereka. Sebagian yang lain menyangka bahwa kemuliaan dan keagungannya terletak pada berlimpahnya harta dan banyaknya anak. Dia membanggakan diri dengan semua itu. Adajuga yang menduga bahwa kemulian dan keagungannya terletak pada perilaku menggasab harta, menzalimi dan menumpahkan darah orang. Sebagian yang lain meyakini bahwa kemuliaan dan keagungannya terletak pada perilaku merusak, membelanjakan harta secara berlebihan dan memubazirkannya. Aku ingat firman Tuhan : Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara engakau di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara engkau (QS Al-Hujarat 49:13) Aku yakin …bahwa Al-Quran itu benar dan dapat dipercaya sementara dugaan dan prasangka meraka itu batil dan tidak benar.

Kelima :

Aku melihat sebagian orang mencela dan menggunjing sebagian lainnya. Sepengetahuanku penyebabnya adalah iri dengki karena harta, kedudukan dan ilmu. Karena aku yakin bahwa pembagian dari Allah telah ditentukan sejak azali maka aku berusaha untuk tidak hasud kepada siapapun, aku rida atas pembagian allah.

Kenam :

Aku lihat sebagian orang karena sebab atau persoalan tertentu memusihi sebagian yang lainnya. Aku ingat firman Tuhan : Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuhmu (QS Fathir 35:6) Aku yakin tidak ada seorangpun yang memperbolehkan permusuhan kecuali kepada setan.

Ketujuh :

Aku lihat setiap orang berusaha dengan sangat tekun dan bersungguh-sungguh mencari penghidupan, sedemikian rupa sehingga terkadang tidak menghiraukan lagi mana yang syubat, haka dan haram, menhinakan dirinya dan merendahkan kedudukan dirinya. Firman Allah : Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi  melainkan Allahlah yang memberi rezeki (QS Hud 11:6). Aku yakin bahwa rezekiku telah dijamin dan ditanggung oleh allah. Karenanya aku mencurahkan diri dengan beribadah kepadanNYA, aku putuskan harapanku dari selain DIA.

Kedelapan :

Aku lihat setiap orang bergantung pada hal-hal duniawi. Adayang bergantung pada uang, kekayaan dan kerajaan. Pekerjaan dan ada pula yang bergantung pada sesame makhluk. Aku renungkan firman Tuhan : …dan barang siapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya. Sesungguhnya allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu(QS Al Thalaq 65:3) Maka …aku bertawakal kepada Allah. Dialah yang menjaminku, sebaik-baik yang memberikan jaminan.

Kemudian Sang Guru Syaqiq berkata : Semoga Allah memberiku taufik. Sesungguhnya aku telah membaca kitab Taurat, Injil, Jabur dan Al-Quran. Aku dapati ajaran ke empat kitab itu bermuara pada kedelapan faedah yang engkau tuturkan itu. Barangsiapa mengamalkannya , berarti dia mengamalkan ke empat kitab tersebut.-

Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti
peace, pakdhe Budhie

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: