///
Sampeyan Sedang MBaca ...
kisah Para Pencari Tuhan

Diam

Salah satu cara yang harus ditempuh seorang pendaki dalam perjalanan mendekati Sang Khalik adalah dengan mengendalikan lidahnya dengan membiasakan diri untuk banyak diam dan mengurangi pembicaraan.

“Tidak akan lurus iman seseorang sebelum lurus hatinya dan tidak akan lurus hati seseorang sebelum lurus lidahnya. Dan, tidak pernah masuk surga seseorang yang tetangganya tidak aman dari gangguan lidahnya”

Inilah tema yang ingin saya paparkan disini agar didalam aku menulis terhindar dari jebakan-jebakan yang dapat membuat aku tergelincir kejurang kenistaan. Didalam mengerjakan sebuah karya apa, termasuk menulis di_blog ini, akan selalu dihadapkan pada pertanyaan pertama : untuk apa kamu menulis? Kedua : Bagaimana kamu menulis? Dan ketiga : untuk siapa kamu menulis sehingga engkau lakukan pekerjaan ini dengan bersusah payah? Aku menulis semata-mata karena Tuhan dan bukan karena dorongan nafsuku belaka. Agar bisa bermanfaat bagi aku sendiri, keluargaku dan berguna bagi banyak orang. Bagaimana kamu bisa kerjakan urusan ini? Tulisan ini aku kerjakan dengan percikan ilmu yang telah kudapat di sepanjang perjalanku yang setelah aku kumpulkan dari detik ke menit dari menit ke-jam dan dari jam ke – hari, ternyata telah berkumpul sebanyak lima puluh tahun. (10960-2010). Dan untuk siapa??? Aku ingin sepanjang sisa hidupku bisa iklas semata-mata hanya untuk Tuhan saja dan tidak yang lain. Karena jika aku memperturutkan hawa nafsuku maka jelas-jelas nafsuku akan melalaikanku. Pahalaku gugur dan amalanku tehapus.

Demikianlah kata wasiat dari guruku yang : “ tak mau disebut namanya” Beliau berpesan agar dengan menyebutkan namaku artinya kamu telah berusaha mengagung-agungkan kebesarannya. Padahal kebenaran ini datang dari Sang pemilik Kebenaran.

Suatu waktu dikisahkan tentang kebiasaan orang soleh bicara hanya setelah sholat isya saja. Kebiasaan itu dikerjakan selama lebih dari empat puluh tahun. Jika tidak ada yang sangat dan perlu dibicarakan, mereka lebih memilih diam. Sehingga dengan menutup mulut maka memberi peluang hati untuk bicara lebih banyak. Jika hati lebih bisa berbicara banyak maka perilaku-perilaku kita yang kurang baik akan lebih sering dikecamnya. Tetapi, jika mulut dan tatacara kita bertatakrama boros bicara, maka tidak akan bisa mendengar suara hatinya, karena telah tersumbat oleh hiruk – pikuk dan riuh rendahnya suara-suara mulutnya sendiri.

Guru-ku pernah berpesan pada akhir pengajiannya tentang penggolongan pembicaraan yang dibedakan menjadi  empat macam pembicaraan, yaitu :

  1. Pembicaraan yang hanya mengandung bahaya saja dan tidak memiliki manfaat.

Pembicaraan yang mengandung bahaya dan tidak ada manfaatnya jelas harus  ditinggalkan.

  1. Pembicaraan yang banyak mengandung manfaat dan didalamnya tidak mengandung bahaya. Inilah pembicaraan yang harus diamalkan.
  2. Pembicaraan yang selain ada manfaatnya tetapi juga mengandung bahaya. Pembicaraan model begini sebaiknya kita hindari. “…apabila di dalam satu unsur terdapat bahaya sekalian manfaat, maka unsur itu harus kita tinggalkan. Contoh : Manfaat dari minuman keras. Sekalipun ada manfaat di dalamnya walau hanya sedikit tetapi bahayanya akan lebih besar maka …tinggalkan saja.
  3. Pembicaraan yang tidak ada manfaatnya dan tidak ada bahayanya. Pembicaraan jenis ini sebaiknya tak usah dikerjakan. Kenapa ??? …buang-buang waktu saja.-

Begitulah Guru saya wanti-wanti kepada para muridnya untuk senantiasa memperhatikan kejahata-kejahatan lidah.

Kejahatan lidah yang pertama adalah : Berbicara hal-hal yang tidak perlu.

Ciri seorang mukmin yang baik ialah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat bagi dirinya? Siatu hari pada Perang Uhud ada seorang pemuda mengikatkan batu ke perutnya lantaran kelaparan. Ibunya lalu mengusap debu dari wajahnya sambil berkata, :”Semoga surga menyambutmu wahai anakku.” Lalu Nabi bersabda :”Tidakkah engkau ketahui kenapa dia diam saja? Mungkin dia tidak ingin berbicara yang tidak perlu atau ia menolak dari hal-hal yang membahayakan dirinya.”

Kalau engkau menemukan orang yang sangat berwibawa dan banyak diamnya, ketahui mungkin dia sudah memperoleh hikmah.

Kejahatan lidah yang kedua adalah : Pembicaraan yang berlebihan

Kelebihan pembicaraan terjadi ketika kita ingin menunjukkan kefasihan dalam pembicaraan, kemudian kita hiasi pembicaraan kita dengan hal-hal yang tidak perlu, agar orang lebih tertarik pada omongan kita. Bukan berkesan akan materi yang kita omongkan. Lidah kita semakin gatal saja untuk menceritakan pada orang sementara orang hanya tunduk saja. Tunduk tanda ngantuk!!! Tidak ada kebaikkan pada banyaknya pembicaraan kecuali didalamnya ada perintah untuk bersedekah, berbuat baik, atau perintah untuk mendamaikan sesame manusia.

Kejahatan lidah yang ketiga adalah : Membicarakan hal-hal yang batil.

Pada suatu perbincangan antara penghuni surga dengan penghuni neraka tentang apa yang menyebabkan kalian masuk ke neraka. Jawabnya :”Dahulu kami tidak pernah melakukan sholat, tidak memberi makan kepada orang miskin dan kami biasa mengobrolkan hal-hal yang batil dengan orang-orang yang membicarakannya.”

Kejahatan lidah yang ke empat adalah berdebat.

Seringkali lidah kita gatal untuk mendebat seseorang. Perdebatan menjadi semacam kenikmatan tersendiri. Dengan berdebat seseorang dapat memuaskan nafsu binatang buasnya. Sifat binatang buas inilah yang mendorong seseorang untuk saling mengalahkan, menghancurkan dan membuat kita tidak lebih tinggi dari orang lain.hawuhe Kanjeng Nabi :”Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, walau perdebatan itu benar, maka Allah akan berikan tempat paling tinggi di surga. Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan yang batil, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di taman-taman surga.”

Kejahatan lidah ke lima adalah : Perkataan yang mengandung unsur permusuhan, kedengkian, menyakitkan dan menjatuhkan harga diri orang.

Suatu hari ada sahabat yang guyon (canda) yang nadanya mencemooh Imam Ali anak Abu Thalib paman Nabi, menantu Nabi, suami dari Fatimah …bapak dari cucu-cucu nabi yang maaf kepalanya tidak berambut alias botak. Katanya dengan lantang  : “Hai lihat! Sudah dating si botak!!!” Nabi lalu menegurnya ,”Janganlah kau kecam sahabat-sahabatku.”

Kejahatan ke enam adalah : Melebih-lebihkan pembicaraan agar terlihat fasih.

Kata Fatimah nabi pernah bersabda : “Sejelek-jeleknya umatku adalah orang yang pagi harinya banyak memperoleh kenikmatan, lalu ia makan dan berpakaian secara berlebihan dan ia banyak melebih-lebihkan omongannya.”

Kejahatan lidah yang ke tujuh adalah : Mengucapkan kata-kata kotor.

Kata-kata kotor adalah kata-kata yang apabila diucapkannya kita dianggap tidak sopan. Sedangkan kata-kata kasar adalah kata-kata yang sebaiknya tidak ita ucapkan,karena masih banyak kata lain yang lebih halus. Suatu hari telah terjadi sedikit perselisihan antara seseorang dengan seorang mukmin keturunan kulit hitam. Dengan lantang seorang yang satu mengucapkan, “ Hai …anak perempuan berkulit hitam…” Lalu dengan serta merta Rosulullah menegurnya :”Celakalah kamu …tidak ada kelebihan orang kulit putih atas orang berkulit hitam, tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang Ajam.” Mendengar ucapan Rosulullah tersebut Abu Dzar langsung merebahkan tubuhnya. Ia letakkan pipinya di atas tanah lalu memerintahkan Amar untuk menginjak kepalanya sebagai tebusan ucapannya tadi.

Kejahatan lidah yang kedelapan adalah : melaknat.

“Bukan seorang mukmin yang suka mengecam dengan perkataan yang menusuk, melaknat, berkata kotor dan berbicara kasar.”

Kejahartan lidah yang kesembilah adalah : Lebih banyak bernyanyi dari pada membaca kitab Suci (=Al Quran)

Nyanyian yang baik adalah nyanyian yang di dalamnya ada ungkapan – ungkapan kerinduan pada Allah, dan mengandung puji-pujian untukNya, dan kecintaan kita pada Junjungan kita Nabi besar Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Seperti : Sajadah Panjang-nya Bimbo, Lelaki Ilham Dari Surga-nya Ebiet G Ade dll.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: