///
Sampeyan Sedang MBaca ...
kisah Para Pencari Tuhan, Ngupaya Serat Pangruwat Papa, sufi

Kisah Murid Sufi (dialog Sangkan Paran)

Aku
Aku datang dari lautan, kepadaNYA aku kembali. Aku akan melebur dan menghilang disana. TanpaNYA aku bukan apa-apa. DenganNYA aku adalah segalanya. Di lautan itu aku berenang. Jika aku meninggalkanNYA, niscaya aku kering, tak dapat memetik hikmah dan tak dapat pula memberikannya. Allah menyayangi orang yang mengetahui KADAR DIRINYA Maka, Maafkanku wahai laut. Mataku tidak sanggup melihat tepianmu. Aku tidak bermaksud mengukur kedalamanmu. Sebab, Mustahil aku melakukannya. Aku hanya bias berenang dan mengatakan kepada manusia. Ikutilah aku sampai disana. Kira-kira aku akan dimaafkan bila mereka tidak memahaminya. Sementara, mereka dimaafkan bila mengira aku telah berani. Karenya mereka mencelaku

Jika mereka mengatakan kepada setes air :”kamu tidak mewakili lautan’. Maka setetes air itu berkata :”kalian benar tetapi, melalui laut itulah kalian mengenalku”

Ada kisah seorang murid AL-GHAZALI yang paling iklas. Dia mempunyai gubuk kecil di dekat Masjid Al-Haram. Sang murid telah banya menemani sang Imam ke berbagai daerah dengan membawakan bekal dan air untuknya. Al-Ghazali memuliakannya dengan menerima apa yang dia bawakan. Beliau tidak menolak agar hatinya senang, walaupun dalan pengasingannya sang Imam tidak begitu membutuhkan apa yang ada di tangan manusia, baik air maupun bekal.

Pada malam hari, Al-ghazali suka pergi ke GUBUK KECIL itu. Sahabat kita yang tidak lain dan tidak bukan adalah sang murid,  suka datang kesana untuk beristirahat, makan dan minum yang enak, dan tidur untuk menghilangkan kepenatannya sebentar, agar pada subuh hari dapat menemui gurunya dengan dada yang lapang dan mata yang segar.

AL-GHAZALI tahu bahwa sahabat kita sedang mengidap penyakit bermewah-mewahan. Walau telah melangkah ke dunia TASAWUF, tapi dia belum kuat untuk melangkah lebih jauh, seperti para SUFI lainnya, yaitu hidup sedrhana dengan mengenakan pakaian sedehana dan kasar, menyantap makanan yang tidak lezat dan tidur di malan hari hanya beralaskan batu. JIWA dan RUH sahabat kita telah menjadi seorang SUFI dan berfikiran seperti AL-GHAZALI, namun pakaiannya tidak kasar seperti yang dikenakan para SUFI, dan tidur di malan hari tidak beralaskan batu. Dia memang seorang yang mewah dan atau tumbuh dilingkungan yang mewah atau dulunya biasa saja kemudian menjadi mewah.

AL-GHAZALI tidak mencela dan mempertanyakan penyakitnya itu. AL-GHAZALI hanya melihat ini adalah sebuah HIKMAT (rahasia) yang tidak diketahui oleh siapapun. Aghar sahabat kita tidak menjadi risau ketika mendapatkan makanan yang hambar atau lezat. Baju mewah atau baju kasar. Tidur di atas ranjang empuk atau tidur di atas batu seperti alas tidurnya para SUFI.

AL-GHAZALI membawa para muridnya keberbagai tingkat. Dia membawa mereka dengan bahtera tasawuf ke berbagai derajat. Dia tidak akan menaikkan muridnya ke sebuah tingkatan kecuali bila si murid telah mantap dan kokoh dalam tingkatan sebelumnya. Setelah kokoh barulah murid itu dibawa ketingkat selanjudnya. Sampai pada suatu hari dibawa ke “tingkatan tertinggi”. Petunjuk dan bombing AL-GHAZALI bagaikan obat. Tidak memberikan kecuali dengan dosis yang tepat. Tidak menambahkan dan juga tidak mengurangi takaran yang dibutuhan. Demikian sahabat kita dibawa ketelaga penuh berjuta makna. Lalu pada suatu perjamuan bertanyalah sang imam : “ Sudah berapa lamakah kamu menemaniku ?”.    “ Enam tahun”, : Jawab sang murid. Baiklah, setelah enam tahun kau bersamaku, pandanganmu tentang kehidupan dan terhadap manusia kini sedikit ada perubahan. Setelah memasuki tahun keenam ini pandanganmu menjadi PENUH HARAPAN kepada Allah swt. Dan banyak cakrawala baru yang mulai tersingkap. Dan pada saatnya nanti aku akan jawab pertanyaanmu tertutama penyebab MERAJALELANYA penyakit-penyakitmu. Bila allah memberi TAUFIK pasti aku bias menhilangkan pangkal penyakitmu itu. Bila pangkalnya telah hilang , engaku tak perlu lagi mengobati penyakit lain seperti yang telah kau sampaikan enam tahun yang lalu. Sebab, ketika SELAPUT MATA yang menghalangi mata telah hilang , tentu mata itu tak lagi memerlukan alat Bantu lagi. Engkau hanya perlu membukanya lebar-lebar, membukanya sejelas-jelasnya penglihatan mata hatimu, maka dengan sendirinya engkau bias melihat jalan. Engkau akan tahu mana yang perlu kau ambil dan mana yang perlu kau tinggalkan. Ketika itu, engkau tidak lagi mengambil kecuali YANG HAK. Tidak meninggalkan kecuali yang batil. Engkau akan tahu bagaimana caranya berbuat adil terhadap dirimu. Ketika itu engkau akan ridho kepada tuhanmu dan tidak termasuk orang-orang yang menzalimi dirinya sendiri.

Duhai anakku …pangkal penyakitmu adalah ketidak tahuanmu, seperti yang engkau katakana tentang ILMU YANG BERMANFAAT. Engkau takut akan menghabiskan umur dalam mendapatkan sesuatu yang tidak ada gunanya . Engkau khawatir pelajaran terakhirku di Baghdad tentang hadits Rosulullah “Ya, Allah aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat” akan menimpamu.

Baiklah …telah aku persiapkan  obat untukmu yang aku ramu dari 23 (dua puluh tiga) tetes obat. Akan aku berikan secara berturutan dan jika engkau telah meminumnya engkau tidak lagi membutuhkan. Namun, sebelum itu biarkanlah aku mengajukan pertanyaan kepadamu. Mudah-mudahan Allah yang maha agung memanjangkan umurmu dengan menaatinya dan menuntunmu ke jalan para KekasihNYA. Sesungguhnya nasehat-nasehat Rosulullah telah tersebar seantero jagad. Jika diantara nasehat itu telah sampai kepadamu, maka untuk apa lagi engkau membutuhkan nasehatku?? Jika belum sampai, maka katakana kepadaku, apa saja yang telah engkau capai dalam beberapa tahun terakhir ini ??

Sekecil apapun sebuah pekerjaan pasti akan muncul tiga pertanyaan mendasar , yaitu :

Pertama : untuk apa?, kedua : Bagaimana?, ketiga : untuk siapa ?? Maksudnya adalah : untuk APA  anda melakukan pekerjaan itu ??? Pertanyaan ini merupakan test tentang hubungan sifat Ketuhanan drngan sifat kehambaan. Apakah pekerjaan itu anda lakukan karena Tuhanmu ??? ataukah muncul karena keinginan hawa nafsumu belaka ?? Jika seseorang selamat dari pertanyaan ini, sekiranya dia beramal sesuai yang diperintahkan Allah, maka dia layak diberi pertanyaan kedua. Dia akan ditanya : Bagaimana anda melakukannya?? Pertanyaan ini merupan test terhadap ILMU. Inilah ujian kedua. Jelasnya sebagai berikut : Anda telah mengerjakan sebuah pekerjaan, pekerjaan itu adalah amal, bagaimana mengerjakannya ??? berdasarkan ilmu atau tidak??? Sesungguhnya Allah TIDAK AKAN menerima sebuah amal kecuali yang dilakukan sesuai cara dan ilmunya. Jika seseorang selamat dari pertanyaan ini, maka muncullah pertanyaan ketiga, yaitu untuk siapa ?? Pertanyaan ini merupakan test tentang tata cara beribadah dengan iklas untuk mendapatkan keridhaan Allah. Menunutu ke iklasan beribadah hanya untuk Allah taala. Tidak Tuhan selain Allah, tidak ada sesuatu yang diharapkan selain Allah, dan hanya merindukan pertemuan denganNYA.

Jika adan beramal karena MAKHLUK, maka ambilah pahamu darinya. Apakah anda mengerjalkan untuk memperoleh DUNIA??, Jika yaa… maka sesungguhnya Aku telah membayarmu disana. Jika anda mengerjakan menuruti nafsumu ??? nafsumu melalaikanmu. Maka sesungguhnya  pahamamu telah gugur, amalanmu terhapus, karena anda melenceng dari tujuan dan tidak ada niat karena Allah di dalam mengerjakannya.

Sabda Rosulullah : “Hisablah (evaluasi) dirimu sebelum kamu di hisab (di akhirat). Al-Ghazali tidak menghisab sesuatu yang kecil. Dia menghisab seperti hisapan Allah, yakni menghisab hati. Maka celakalah apa yang disembunyikannya. Bukan menghisab amalan lahiriah, yang pelakunya di dunia mendapatkan pujian sementara di akhirat tidak mendapatkan apapun kecuali kesedihan.
ke Aku datang dari lautan…

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: