///
Sampeyan Sedang MBaca ...
Motivasi Sukses

Meniru Sukses Bambang Ekalaya Berguru Memanah

Tahun 1974 ketika saya sunat (khitan),  keluarga besar kami sepakat untuk menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon (cerita) Palguna – Palgunadi yang tak lain dan tak bukan adalah Kisah perjuangan Bambang Ekalaya berguru memanah. Saya tak begitu paham kenapa ayah saya memilih lakon tersebut. Namun setelah saya dewasa dan bisa cermati tentang suka duka kehidupan, baru bisa mengerti pesan apa yang hendak disampaikan.

Begini cuplikan ceritanya : Bambang Ekalaya adalah seorang pangeran dari kaum Nisada. Golongan kaum yang paling rendah yaitu kaum pemburu. Bertekad ingin menjadi pemanah terbaik di dunia, lalu ia pergi ke Hastina ingin berguru kepada bhagawan Drona. Namun permintaannya ditolak

Penolakan sang guru tidak menghalangi niatnya untuk memperdalam ilmu keprajuritan, ia kemudian kembali masuk kehutan dan mulai belajar sendiri dan membuat patung Drona serta memujanya dan menghormati sebagai seorang murid yang sedang menimba ilmu pada sang guru. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan… secara mandiri dia menganalisa hasil latihannya sedemikian rupa sehingga dia sendiri mampu belajar dari evaluasi kekuarangannya untuk selalu menjadi lebih baik..

Sungguh sebuah hasil kerja keras yang tanpa mengenal lelah serta dilambari akan kebulatan tekad dan kemantapan dalam menjalani kehidupan maka Bambang Ekalaya akhirnya sangat trampil dalam memanah dan memainkan keris.

Berkat kegigihannya dalam berlatih, Ekalaya menjadi seorang prajurit yang gagah dengan kecapakan yang luar biasa dalam ilmu memanah, yang sejajar bahkan lebih pandai daripada Arjuna, murid kesayangan Drona.

Suatu hari, ditengah hutan saat ia sedang berlatih sendiri, ia mendengar suara anjing menggonggong, tanpa melihat Ekalaya melepaskan seratus anak panah yang tepat mengenai mulut anjing tersebut. Saat anjing tersebut ditemukan oleh para Pandawa, mereka bertanya-tanya siapa orang yang mampu melakukan ini semua selain Arjuna. Kemudian mereka melihat Bambang Ekalaya, yang memperkenalkan dirinya sebagai murid dari Guru Drona.

Pengakuannya yang tulus jujur justru membuat petaka pada dirinya. Keyakinan yang kuat untuk bisa menjadi murid Sang Guru Durna dan mempunyai ketrampian sama dan atau melebihi kemampuan murid kekasih Guru Durna yaitu Arjuna kini harus mengorbankan jarinya dipotong sebagai bukti berbakti pada sang Guru. Hingga cerita ini berakhir dengan kematian bambang Ekalaya sekaligus istrinya tercinta Anggraeni demi mempertahankan kehormatan dan harga diri.

Rahasia sukses Bambang Ekalaya adalah :

  • Menentukan Tujuan yang Jelas

Bambang Ekalaya telah menentukan target yang besar jelas dan tegas. Yaitu : ingin ahli dalam memanah melebihi kemampuan Arjuna walaupun ia sadar hanya datang dari golongan sudra (rakyat kecil). Tujuan adalah sasaran, cita-citanya adalah lebih dari sekedar mimpi. Tujuan adalah mimpi yang divisualisasikan untuk bisa terwujud. Bahkan dia belum berfikir bagaimana caranya menggapai mimpinya, karena yang terpenting adalah bukan dimana dia berada sebelumnya dan dimana dia berada sekarang tetapi kemana dia sampai pada suatu kondisi yang diinginkan, yaitu : sukses menjadi pemanah ulung.

  • Melakukan Edifikasi.

Menduplikatisasi Sang Guru Durna dengan cara membuat patung di hutan menunggui disaat ia berlatih dan kerja keras, Bambang Ekalaya tanamkan keyakinan bahwa jika Arjuna bisa mahir memanah maka saya berfikir saya bisa dan akhirnya saya benar-benar bisa melakukannya. Itulah yang telah dia lakukan.

  • Anda adalah Lebih Baik Daripada Yang Anda Kira

Jangan meremehkan diri sendiri …berdosa !!!. Orang yang sukses bukanlah orang yang super. Sukses tidak sama sekali didasarkan pada nasib. Orang yang sukses hanyalah orang biasa seperti kita, tapi … telah mengembangkan kepercayaan pada dirinya dan mengembangkan apa yang akan dan telah dikerjakan. Sukses tidak akan didapat hanya dengan berpangku tangan, sukses harus diperjuangkan.

Walaupun Bambang Ekalaya hanyalah seorang budak biasa berbekal keyakinan dan tujuan kedepan maka dia benar-benar berhasil.

Inilah pekerjaan besar yang baru saja saya selesaikan. Yaitu : Membuat web site atau saya sederhanakan sebagai majalah dinding saya. Dimana saya bisa curahkan segala apa yang telah saya lakukan dimasa-masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.

Sebagai kata terakhir, saya berharap mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat buat anda-anda semua dan saya sangat bertema kasih bila anda berkenan memberikan komentar, kritik dan saran bagi saya agar saya lebih bisa evaluasi melakukan hal yang lebih baik, amin!!!

Discussion

2 thoughts on “Meniru Sukses Bambang Ekalaya Berguru Memanah

  1. Inspiratif-lahhh

    Posted by pak mantri | March 17, 2011, 5:13 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: